Cara Membuat Kartu Kredit

Selamat datang di panduan komprehensif tentang Cara Membuat Kartu Kredit. Proses pengajuan kartu kredit mungkin terasa rumit bagi sebagian orang, tetapi sebenarnya langkahnya cukup terstruktur dan mudah diikuti asalkan Anda tahu persis apa yang dibutuhkan.

 

Cara Membuat Kartu Kredit

Banyak orang yang ingin tahu cara membuat kartu kredit karena benda kecil ini menawarkan kemudahan transaksi, tetapi juga menuntut tanggung jawab keuangan yang besar. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita pahami dulu esensi dari produk keuangan ini dan bagaimana ia bisa membantu kehidupan finansial Anda.

 

Cara membuat kartu kredit pada dasarnya adalah melalui empat tahap utama: persiapan dokumen wajib (KTP, NPWP, bukti penghasilan), pengajuan (daring atau luring), verifikasi oleh bank, dan persetujuan setelah analisis riwayat kredit. Pastikan Anda berusia minimal 21 tahun dan memiliki penghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan untuk memperbesar peluang aplikasi disetujui, sesuai dengan standar yang ditetapkan banyak lembaga keuangan.

 

Mengapa Memiliki Kartu Kredit (Bukan Sekadar Utang): Manfaat dan Tanggung Jawab

Bagi sebagian masyarakat, kartu kredit masih sering disalahpahami sebagai “utang instan” yang harus dihindari. Namun, pandangan ini kurang lengkap. Jika digunakan secara bijak, kartu kredit adalah salah satu instrumen keuangan paling efektif untuk mengatur arus kas dan mendapatkan berbagai keuntungan. Memahami perspektif ini adalah langkah pertama yang krusial sebelum Anda mencari tahu lebih dalam tentang cara membuat kartu kredit.

 

Kartu Kredit sebagai Alat Pengatur Keuangan Modern

Di era digital seperti sekarang, kemampuan untuk melakukan transaksi tanpa uang tunai menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi kemewahan. Kartu kredit hadir sebagai solusi pembayaran yang aman dan praktis, terutama untuk transaksi berskala besar atau lintas batas negara.

 

Pertama, kartu kredit sangat berguna untuk manajemen arus kas bulanan. Anda bisa menggunakannya untuk menalangi pengeluaran di awal, dan melunasinya secara penuh (tanpa bunga) pada tanggal jatuh tempo. Taktik ini memungkinkan dana di rekening tabungan Anda tetap utuh lebih lama, bahkan bisa diinvestasikan sementara. Ini adalah cara cerdas menggunakan kartu kredit, jauh dari stigma utang.

 

Kedua, ada manfaat program reward dan cashback. Bank penerbit kartu sering kali bekerja sama dengan berbagai merchant, mulai dari maskapai penerbangan hingga restoran. Setiap transaksi yang Anda lakukan bisa menghasilkan poin reward yang dapat ditukar dengan tiket pesawat gratis, diskon belanja, atau cashback langsung. Bagi seorang traveller atau konsumen yang cermat, manfaat ini dapat menghemat jutaan rupiah per tahun. Jadi, jika Anda mencari cara membuat kartu kredit untuk memanfaatkan keuntungan ini, pastikan Anda memilih kartu dengan program reward yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda.

 

Ketiga, kartu kredit memberikan perlindungan konsumen yang kuat melalui fitur asuransi pembelian dan perlindungan dari penipuan (fraud). Jika terjadi transaksi mencurigakan, Anda bisa segera menghubungi bank untuk memblokir kartu dan menyelidiki transaksi tersebut. Perlindungan ini jauh lebih baik daripada jika Anda kehilangan uang tunai atau menggunakan kartu debit yang langsung menguras saldo tabungan. Kemudahan dan keamanan inilah yang membuat banyak orang tertarik mencari informasi tentang cara membuat kartu kredit yang benar.

 

Membangun Riwayat Kredit yang Sehat (Credit History)

Salah satu manfaat terpenting yang sering luput dari perhatian para pemula yang sedang mempelajari cara membuat kartu kredit adalah perannya dalam membangun riwayat kredit yang solid. Riwayat kredit atau credit history adalah catatan tentang bagaimana Anda mengelola utang dan kewajiban finansial.

 

Ketika Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman besar di masa depan—misalnya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)—pihak bank akan melihat catatan ini. Bank akan mengakses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dulunya dikenal sebagai BI Checking.

 

Kunci membangun riwayat kredit yang baik adalah dengan menggunakan kartu kredit secara rutin, tetapi selalu melunasi tagihan secara penuh dan tepat waktu. Kebiasaan ini menunjukkan kepada lembaga keuangan bahwa Anda adalah peminjam yang bertanggung jawab dan layak dipercaya. Semakin baik riwayat kredit Anda, semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan persetujuan pinjaman di masa depan dengan suku bunga yang lebih rendah. Ini adalah alasan jangka panjang yang kuat mengapa Anda perlu memahami cara membuat kartu kredit yang tepat.

 

Contoh Kasus: Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa jumlah outstanding kartu kredit di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen ini. Per akhir Desember 2024, total outstanding kartu kredit di Indonesia telah mencapai Rp 105,2 triliun, meningkat 9,24% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa penggunaan kartu kredit bukan hanya fenomena sesaat, tetapi telah menjadi bagian integral dari sistem pembayaran dan pendanaan di Indonesia. Memahami statistik ini akan membantu Anda memahami mengapa banyak orang sukses sudah tahu cara membuat kartu kredit dan menggunakannya sebagai alat strategis.

 

Syarat Mutlak dan Dokumen yang Diperlukan dalam Cara Membuat Kartu Kredit

Langkah paling praktis dalam proses cara membuat kartu kredit adalah memastikan Anda memenuhi semua kriteria dasar yang ditetapkan oleh bank. Kriteria ini umumnya seragam, karena bank harus mematuhi regulasi dari Bank Indonesia (BI) dan OJK terkait prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit.

 

Kriteria Utama Kelayakan Pemohon (Pendapatan & Usia)

Bank perlu memastikan bahwa calon pemegang kartu memiliki kemampuan finansial untuk membayar tagihan. Oleh karena itu, ada dua kriteria utama yang menjadi penentu disetujui atau tidaknya pengajuan Anda:

 

Usia Minimum: Secara umum, batas usia minimum untuk pemegang kartu utama adalah 21 tahun dan maksimum 65 tahun. Beberapa bank mungkin mengizinkan usia 17 tahun untuk kartu tambahan (supplementary card), tetapi kartu utama selalu mensyaratkan status dewasa secara hukum dan finansial.

Pendapatan Minimum: Ini adalah syarat terberat dalam cara membuat kartu kredit. Mayoritas bank di Indonesia menetapkan batas penghasilan minimum berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Persyaratan ini bisa berbeda tergantung jenis kartu yang Anda ajukan:

 

Kartu tingkat pemula (Classic atau Silver*) biasanya mensyaratkan Rp 3 juta per bulan.

Kartu tingkat menengah (Gold*) biasanya mensyaratkan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

Kartu tingkat tinggi (Platinum atau Titanium*) bisa mensyaratkan pendapatan di atas Rp 15 juta.

Studi Kasus Perbandingan: Bank-bank seperti CIMB Niaga dan Jenius (Bank BTPN) misalnya, secara eksplisit mencantumkan syarat penghasilan minimum Rp 3 juta per bulan untuk pengajuan kartu kredit. Persyaratan yang transparan ini mempermudah calon nasabah untuk mengetahui apakah mereka sudah memenuhi syarat dasar sebelum memulai cara membuat kartu kredit.

 

Penting untuk diingat bahwa pendapatan ini harus tetap dan dapat dibuktikan. Jika Anda adalah seorang profesional bebas (freelancer) atau pengusaha, Anda mungkin perlu menyiapkan dokumen yang sedikit berbeda dibandingkan seorang karyawan tetap.

 

Daftar Dokumen Wajib (KTP, NPWP, Bukti Penghasilan)

Setelah kriteria kelayakan terpenuhi, tahap selanjutnya dari cara membuat kartu kredit adalah mengumpulkan dokumen pendukung. Kelengkapan dokumen akan mempercepat proses verifikasi bank.

 

Berikut adalah daftar dokumen wajib yang harus Anda siapkan:

 

Cara Membuat Kartu Kredit

| Jenis Pemohon | Dokumen Wajib | Tujuan Dokumen |

| :— | :— | :— |

| Semua Pemohon | Fotokopi KTP/Paspor | Bukti identitas dan verifikasi usia. |

| Semua Pemohon | NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) | Persyaratan perpajakan dan validasi legalitas finansial. (Wajib untuk batas kredit di atas limit tertentu) |

| Karyawan | Slip Gaji Terbaru (1-3 bulan terakhir) atau Surat Keterangan Penghasilan | Bukti penghasilan tetap bulanan. |

| Pengusaha | Fotokopi rekening tabungan (3 bulan terakhir) atau SIUP/TDP | Bukti stabilitas arus kas bisnis dan legalitas usaha. |

| Pemohon Warga Negara Asing (WNA) | KITAS/KITAP dan Paspor. | Izin tinggal dan identitas sah di Indonesia. |

 

Tips Penting: Bukti penghasilan adalah penentu utama limit kredit yang akan disetujui. Semakin tinggi dan stabil pendapatan Anda, semakin besar limit yang bisa Anda dapatkan. Jangan pernah memalsukan dokumen, sebab bank memiliki sistem verifikasi yang canggih dan jika terbukti ada ketidakbenaran, aplikasi Anda akan langsung ditolak, dan ini akan mencoreng riwayat finansial Anda di masa depan. Memastikan semua dokumen asli dan lengkap adalah bagian terpenting dari cara membuat kartu kredit yang berhasil.

 

Langkah Demi Langkah Cara Membuat Kartu Kredit (Aplikasi Online vs. Konvensional)

Setelah memahami manfaat dan mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan, kini saatnya masuk ke inti dari cara membuat kartu kredit: proses pengajuan itu sendiri. Ada dua jalur utama yang bisa Anda pilih, yaitu jalur digital (online) dan jalur konvensional (fisik).

 

Proses Pengajuan Melalui Platform Digital (Mudah dan Cepat)

Saat ini, sebagian besar bank besar di Indonesia telah beralih ke sistem pengajuan yang didominasi oleh platform digital. Metode ini jauh lebih efisien dan menjadi tren terbaru dalam cara membuat kartu kredit di Indonesia.

 

Kunjungi Situs Resmi Bank: Langkah pertama adalah membuka situs web atau aplikasi resmi bank pilihan Anda. Bank seperti BCA, BNI, dan lainnya memiliki halaman khusus pengajuan kartu kredit online.

Isi Formulir Aplikasi Digital: Anda akan diminta mengisi data diri secara lengkap, mulai dari nama, alamat, status pekerjaan, dan informasi pendapatan. Beberapa bank modern bahkan sudah dapat mengisi data diri secara otomatis jika Anda adalah nasabah eksisting mereka, yang tentu mempercepat proses.

Unggah Dokumen: Di sini, Anda akan mengunggah foto/scan dokumen wajib yang sudah Anda siapkan sebelumnya (KTP, NPWP, slip gaji). Pastikan hasil scan jelas dan terbaca.

Verifikasi Awal: Setelah formulir terkirim, Anda akan mendapatkan kode verifikasi atau email konfirmasi. Ini menunjukkan bahwa aplikasi Anda telah masuk ke sistem bank.

Keuntungan utama dari pengajuan online adalah kecepatan dan kemudahan akses. Anda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja. Beberapa bank bahkan menawarkan insentif atau cashback bagi nasabah yang mengajukan kartu kredit melalui jalur online. Misalnya, BNI seringkali memberikan cashback untuk pengajuan kartu kredit yang disetujui melalui online channel mereka. Mempelajari cara membuat kartu kredit secara online adalah pilihan paling relevan di tahun 2024.

 

Tahap Verifikasi dan Analisis Pihak Bank

Setelah aplikasi Anda masuk, proses yang paling penting dimulai, yaitu tahap verifikasi oleh pihak bank. Proses ini adalah inti dari penilaian kelayakan Anda dalam cara membuat kartu kredit.

 

Verifikasi Data: Staf bank akan memeriksa keabsahan data dan dokumen yang Anda kirim. Jika Anda seorang karyawan, bank mungkin akan menghubungi bagian Human Resources (HRD) kantor Anda untuk mengonfirmasi status pekerjaan dan besaran gaji. Jika Anda pengusaha, bank akan menganalisis rekening koran Anda.

Verifikasi Kontak: Pihak bank biasanya akan melakukan tele-verifikasi ke nomor telepon rumah/kantor dan seluler Anda untuk memastikan semua informasi kontak valid dan aktif.

Analisis Kapasitas Pembayaran (DSR): Bank akan menghitung rasio utang terhadap pendapatan (Debt Service Ratio atau DSR). Umumnya, total cicilan utang bulanan Anda (termasuk cicilan kartu kredit yang baru) tidak boleh melebihi 30% hingga 40% dari total pendapatan bulanan. Jika DSR Anda terlalu tinggi, bank akan ragu memberikan persetujuan, bahkan jika Anda sudah memenuhi semua syarat dasar dalam cara membuat kartu kredit.

Menunggu Keputusan: Apa Itu BI Checking/SLIK OJK?

Tahap paling krusial dalam menentukan persetujuan aplikasi Anda adalah pemeriksaan riwayat kredit. Dulunya dikenal sebagai BI Checking, saat ini sistem ini dikelola oleh OJK dan disebut Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

 

SLIK OJK adalah database terpusat yang mencatat semua riwayat pinjaman dan pembayaran Anda di seluruh lembaga keuangan (bank, multifinance, P2P lending yang terdaftar).

 

Peringkat Kredit (Kolektibilitas): Bank akan melihat peringkat kolektibilitas Anda dari 1 (Lancar) hingga 5 (Macet).

 

Kolektibilitas 1 (Lancar*): Pembayaran selalu tepat waktu. Ini adalah kondisi ideal yang dicari bank saat Anda mengajukan cara membuat kartu kredit.

Kolektibilitas 3, 4, atau 5: Ada tunggakan pembayaran yang signifikan. Aplikasi Anda hampir pasti akan ditolak jika riwayat kredit Anda berada di kolektibilitas ini.

Jika bank menemukan riwayat tunggakan (bahkan pinjaman kecil seperti paylater yang telat bayar) di SLIK, aplikasi Anda akan otomatis ditolak. Penting untuk selalu menjaga kebersihan riwayat kredit Anda jauh sebelum Anda memutuskan untuk mencari informasi tentang cara membuat kartu kredit. Setelah semua analisis selesai, bank akan mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan aplikasi Anda disetujui atau ditolak. Proses ini umumnya memakan waktu 7 hingga 14 hari kerja.

 

Memahami Jenis-Jenis Kartu Kredit Sebelum Memutuskan

Sebelum Anda melanjutkan proses pengajuan cara membuat kartu kredit, penting untuk mengetahui bahwa tidak semua kartu kredit diciptakan sama. Perbedaan jenis kartu akan menentukan batas limit, biaya tahunan, dan benefit yang Anda dapatkan.

 

Berdasarkan Jaringan (Visa, Mastercard, KKI)

Jaringan adalah perusahaan yang memproses transaksi antara bank penerbit dan merchant. Di Indonesia, jaringan yang paling umum adalah Visa dan Mastercard.

 

Visa dan Mastercard: Kedua raksasa global ini menawarkan jangkauan transaksi yang sangat luas di seluruh dunia. Jika Anda sering bepergian ke luar negeri, memiliki kartu dengan jaringan ini sangat penting. Mereka bersaing ketat dalam hal program promosi dan benefit*.

 

Kartu Kredit Indonesia (KKI) / Gerbang Pembayaran Nasional (GPN): Ini adalah tren terbaru yang didorong oleh Bank Indonesia (BI). KKI adalah kartu kredit dengan skema domestik yang memproses transaksi hanya di dalam negeri.

 

Keunggulan KKI: Biaya transaksi yang lebih rendah karena tidak perlu melalui jaringan internasional. KKI juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan sistem pembayaran nasional. Bank Indonesia bahkan meluncurkan KKI untuk segmen pemerintah dan pembayaran online* domestik.

Implikasi untuk Anda: Jika Anda mencari cara membuat kartu kredit yang hanya akan digunakan untuk transaksi domestik dan ingin mendapatkan biaya yang lebih efisien, KKI bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda sering bertransaksi di luar negeri atau website* asing, Anda tetap memerlukan Visa atau Mastercard.

Berdasarkan Segmen Pengguna (Classic, Gold, Platinum)

Jenis kartu juga dikategorikan berdasarkan tingkatannya, yang berbanding lurus dengan persyaratan pendapatan minimum dan limit kredit.

 

Classic/Silver (Tingkat Pemula):

 

Target: Pelamar baru, mahasiswa, atau profesional muda.

Limit: Paling rendah, biasanya Rp 3 juta hingga Rp 7 juta.

Biaya Tahunan: Paling murah atau bahkan gratis di tahun pertama.

Ini adalah titik masuk terbaik bagi siapa pun yang baru mempelajari cara membuat kartu kredit.

 

Gold (Tingkat Menengah):

 

Target: Profesional yang sudah mapan dengan pendapatan lebih tinggi.

Limit: Menengah, biasanya Rp 10 juta hingga Rp 40 juta.

 

Fitur: Menawarkan reward* poin dan diskon yang lebih baik dari kartu Classic, serta asuransi perjalanan dasar.

Platinum/Titanium (Tingkat Atas):

 

Target: Eksekutif, pengusaha, atau individu dengan kekayaan bersih tinggi.

Limit: Sangat besar, bisa mencapai ratusan juta rupiah.

 

Fitur Premium: Akses lounge bandara gratis, layanan konsier 24 jam, asuransi perjalanan premium, dan program mileage* maskapai yang sangat menguntungkan.

Memilih kartu yang salah dapat mengakibatkan biaya tahunan yang mahal dengan benefit yang tidak terpakai. Oleh karena itu, langkah yang bijak dalam proses cara membuat kartu kredit adalah melakukan riset mendalam dan memilih kartu yang benar-benar sesuai dengan gaya hidup dan kemampuan finansial Anda.

 

Tips Sukses Membuat Kartu Kredit dan Menghindari Penolakan

Meskipun Anda sudah memahami semua langkah dan persyaratan di atas, tidak ada jaminan 100% bahwa aplikasi cara membuat kartu kredit Anda akan disetujui. Namun, dengan mengikuti tips strategis berikut, Anda dapat meningkatkan peluang persetujuan secara signifikan.

 

Memilih Kartu yang Sesuai dengan Profil Keuangan

Kesalahan terbesar pemula adalah mengajukan kartu dengan tingkat (limit) yang terlalu tinggi. Jika penghasilan Anda di batas minimum Rp 3 juta, jangan langsung mengajukan kartu Platinum yang mensyaratkan Rp 15 juta.

 

Mulai dari yang Paling Rendah: Selalu mulai dengan kartu Classic atau Silver. Tujuan Anda saat ini adalah mendapatkan persetujuan dan membangun riwayat kredit yang bersih. Setelah 6-12 bulan penggunaan yang baik, Anda dapat mengajukan peningkatan limit (upgrade) ke jenis kartu yang lebih tinggi. Strategi ini jauh lebih aman daripada langsung ditolak saat Anda pertama kali mencoba cara membuat kartu kredit.

Fokus pada Satu Bank: Jika Anda sudah menjadi nasabah setia di satu bank (misalnya, rekening tabungan, deposito, atau KPR), mulailah pengajuan cara membuat kartu kredit di bank tersebut. Bank akan jauh lebih mudah memverifikasi data dan mempercayai Anda karena mereka sudah memiliki rekam jejak keuangan Anda. Hubungan yang baik dengan bank sering kali menjadi faktor penentu.

Perhatikan Jumlah Utang Lain: Sebelum mengajukan, lunasi atau kurangi semua utang yang ada. Seperti yang sudah dijelaskan, bank akan melihat DSR Anda. Jika Anda memiliki cicilan KPR, KKB, atau utang paylater yang besar, kemampuan Anda untuk mendapatkan persetujuan untuk cara membuat kartu kredit akan menurun drastis.

Praktik Terbaik Setelah Kartu Disetujui

Mendapatkan persetujuan adalah akhir dari proses cara membuat kartu kredit, tetapi ini adalah awal dari perjalanan finansial Anda sebagai pemegang kartu. Manajemen kartu kredit yang buruk dapat merusak riwayat kredit yang sudah Anda bangun.

 

Jaga Utilitas Kredit Rendah: Jangan pernah menggunakan batas kredit yang diberikan secara penuh. Para ahli finansial menyarankan untuk menjaga penggunaan (Credit Utilization Ratio atau CUR) di bawah 30% dari total limit. Jika limit Anda Rp 10 juta, usahakan saldo utang Anda tidak lebih dari Rp 3 juta. CUR yang rendah menunjukkan bahwa Anda tidak terlalu bergantung pada utang, dan ini akan dilihat positif oleh SLIK OJK.

Bayar Penuh dan Tepat Waktu: Ini adalah aturan emas. Selalu bayar lunas dan sebelum tanggal jatuh tempo. Jika Anda hanya membayar jumlah minimum, Anda akan dikenakan bunga yang tinggi, dan utang Anda akan terus menumpuk.

Gunakan Secara Berkala: Jangan biarkan kartu Anda menganggur. Gunakan setidaknya untuk satu atau dua transaksi kecil setiap bulan, lalu bayar lunas. Ini akan menunjukkan kepada bank bahwa Anda adalah pengguna aktif, dan ini akan memperkuat riwayat kredit Anda, membuatnya lebih mudah saat Anda perlu mengajukan pinjaman lain di masa depan. Menjaga kartu aktif dan lunas adalah bagian integral dari proses cara membuat kartu kredit yang bertanggung jawab.

Kesimpulan:

 

Memahami cara membuat kartu kredit adalah langkah awal menuju manajemen keuangan yang lebih canggih. Instrumen ini bukan hanya alat bayar, melainkan fondasi untuk membangun credit history yang kokoh. Dari pengumpulan dokumen wajib seperti KTP dan NPWP, hingga memenuhi syarat pendapatan minimal Rp 3 juta per bulan, setiap langkah memerlukan ketelitian. Pengajuan saat ini semakin dimudahkan melalui platform online bank-bank besar. Namun, kunci suksesnya tetap berada pada kebersihan riwayat kredit Anda di SLIK OJK. Setelah disetujui, disiplin dalam pembayaran penuh dan menjaga utilitas kredit di bawah 30% adalah praktik terbaik. Deng