Selamat datang di dunia investasi! Jika Anda adalah salah satu dari jutaan generasi muda Indonesia yang kini tertarik untuk berinvestasi, Anda berada di tempat yang tepat. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah investor ritel di pasar modal kita telah meningkat pesat, bahkan didominasi oleh Generasi Z. Ini membuktikan bahwa berinvestasi, termasuk membeli saham, bukanlah lagi kegiatan eksklusif milik para bankir berdasi. Semua orang bisa, termasuk Anda.
Namun, semangat saja tidak cukup. Dibutuhkan peta jalan yang jelas agar langkah awal Anda di pasar modal aman dan terarah. Artikel mendalam ini akan membahas tuntas Cara Membeli Saham Bagi Pemula dari A sampai Z. Kami akan memecah prosesnya menjadi langkah-langkah yang mudah diikuti, lengkap dengan data terkini dan tips praktis. Tujuannya adalah membantu Anda bertransformasi dari nol menjadi investor yang percaya diri dan teredukasi.
Persiapan Dasar: Peta Jalan Awal Cara Membeli Saham Bagi Pemula
Sebelum Anda benar-benar memutuskan untuk menekan tombol ‘Beli’, ada fondasi penting yang harus dibangun. Ibarat mendaki gunung, Anda tidak bisa langsung lari ke puncak. Anda harus menyiapkan perbekalan, perlengkapan, dan yang paling penting, peta pendakian yang akurat. Memahami Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang benar dimulai dari sini.
Memahami Tiga Pilar Utama Investasi Saham
Apa pun tujuan Anda dalam mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula, selalu ingat tiga pilar ini:
- Tujuan Finansial yang Jelas: Untuk apa uang ini diinvestasikan? Apakah untuk dana pensiun 20 tahun lagi? Untuk DP rumah 5 tahun lagi? Atau sekadar menambah uang saku? Tujuan yang jelas akan menentukan profil risiko, jangka waktu, dan strategi Anda.
- Dana Dingin (Uang yang Siap Hilang): Jangan pernah menggunakan dana kebutuhan sehari-hari, dana darurat, apalagi uang hasil berutang untuk membeli saham. Saham adalah aset berisiko tinggi. Gunakanlah hanya uang yang jika hilang, tidak akan mengganggu kondisi finansial Anda.
- Edukasi Berkelanjutan: Pasar modal terus bergerak dan berubah. Sebagai pemula, Anda wajib terus belajar. Lupakan janji-janji kekayaan instan. Prinsip utama dalam Cara Membeli Saham Bagi Pemula adalah proses belajar yang tak pernah berhenti.
Paragraf ini menjadi landasan kuat sebelum kita melangkah ke tahapan teknis tentang Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang sesungguhnya. Ingatlah selalu bahwa investasi yang baik adalah investasi yang didasari pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan.
Langkah 1: Membuka Gerbang Investasi (Rekening dan Sekuritas)
Tahap ini adalah langkah teknis pertama dalam rangkaian Cara Membeli Saham Bagi Pemula. Anda memerlukan akses resmi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk bisa melakukan transaksi jual beli. Akses ini disediakan oleh perusahaan sekuritas.
Memilih Perusahaan Sekuritas yang Tepat
Perusahaan sekuritas adalah jembatan Anda menuju pasar saham. Tugas mereka adalah memfasilitasi setiap pembelian dan penjualan saham Anda.
Jawab Langsung (Direct Answer – Featured Snippet Optimization):
Cara Membeli Saham Bagi Pemula secara legal dan aman melibatkan tiga langkah registrasi utama: 1) Membuka Rekening Efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 2) Mendapatkan Single Investor Identification (SID) yang unik dan menjadi identitas Anda sebagai investor. 3) Memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) sebagai rekening khusus untuk transaksi saham.
Memilih sekuritas tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kriteria penting:
- Legalitas: Pastikan sekuritas tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini adalah hal mutlak.
- Aplikasi yang Mudah Digunakan: Sebagai pemula, Anda akan sangat terbantu dengan aplikasi trading yang intuitif, stabil, dan mudah dipahami, baik di desktop maupun smartphone.
- Biaya Transaksi (Fee Broker): Meskipun terlihat kecil, biaya ini akan sangat memengaruhi keuntungan Anda, terutama jika Anda sering bertransaksi.
Menghitung Biaya Transaksi Saham Terkini (Data 2024)
Pemula sering melupakan komponen biaya ini. Padahal, biaya ini menentukan margin keuntungan Anda. Biaya ini perlu dipahami oleh setiap calon investor yang sedang mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula.
Di Indonesia, ada dua jenis biaya utama:
- Komisi Broker (Fee): Bervariasi antar sekuritas.
- Rata-rata Biaya Beli: Sekitar 0.15% – 0.25% dari nilai transaksi.
- Rata-rata Biaya Jual: Sekitar 0.25% – 0.35% dari nilai transaksi.
- Biaya Lain-lain (IDX Levy, KPEI, KSEI): Ini adalah biaya yang ditetapkan oleh Bursa Efek. Totalnya sekitar 0.04% – 0.0433% dari nilai transaksi.
Pajak (PMK 131/2024): Yang terbaru, perhatikan bahwa komisi broker dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12%. Ini adalah pembaruan penting yang harus diketahui dalam Cara Membeli Saham Bagi Pemula masa kini.
Contoh Analogi Biaya:
Bayangkan Anda membeli saham senilai Rp10.000.000. Jika Anda menggunakan sekuritas dengan biaya beli 0.20%, total biaya belinya adalah:
- Komisi Broker (0.20%): Rp20.000
- Biaya Levy (misalnya 0.04%): Rp4.000
- PPN atas Broker Fee (12% dari Rp20.000): Rp2.400
- Total Biaya Beli: Rp26.400
Memahami struktur biaya ini adalah bagian penting dari Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang cerdas, karena ini memengaruhi harga pokok pembelian Anda.
Prosedur Pembukaan Rekening Efek
Proses pembukaan rekening saat ini sangat mudah dan bisa dilakukan secara online.
- Pengajuan Online: Isi formulir pendaftaran di website atau aplikasi sekuritas pilihan Anda.
- Verifikasi Dokumen: Siapkan KTP, NPWP (jika ada), dan buku tabungan. Proses verifikasi kini cepat berkat teknologi.
- Mendapatkan SID dan RDN: Setelah disetujui, Anda akan menerima nomor Single Investor Identification (SID) yang menunjukkan Anda terdaftar di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Anda juga akan mendapatkan Rekening Dana Nasabah (RDN), yaitu rekening bank yang khusus digunakan untuk menampung dana investasi saham Anda. Inilah infrastruktur dasar untuk memulai Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang legal.
Langkah 2: Mengenali Saham dan Memilih Investasi Awal
Setelah memiliki RDN dan aplikasi trading yang siap, Anda kini dihadapkan pada ribuan pilihan saham. Tahap ini menuntut riset dan pemahaman, yang merupakan inti dari Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang sukses.
Apa Itu Saham? (Konsep Dasar)
Saham adalah bukti kepemilikan Anda atas suatu perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda secara resmi menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Jika perusahaan untung, nilai saham Anda berpotensi naik, dan Anda mungkin mendapat bagian keuntungan (dividen). Jika perusahaan merugi, nilai saham Anda bisa turun.
Analoginya: Membeli saham sama seperti membeli sepotong kecil kue dari toko kue ternama. Jika tokonya laris, nilai kue Anda (saham) akan makin mahal dan Anda bisa memotong kue bagi yang lain (dividen).
Strategi Pemilihan Saham Awal Bagi Pemula
Dalam mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula, jangan langsung tertarik pada saham yang naik drastis. Ada dua pendekatan riset utama: Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal.
1: Analisis Fundamental: Berinvestasi di Bisnis, Bukan di Harga
Analisis fundamental adalah metode yang paling disarankan untuk pemula yang ingin belajar Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan bijak. Fokusnya adalah kesehatan dan nilai intrinsik perusahaan.
Poin Kunci yang Harus Diperiksa:
- Laba Bersih: Apakah perusahaan mencetak keuntungan secara konsisten?
- Utang (Rasio DER – Debt to Equity Ratio): Apakah utang perusahaan terlalu besar dibandingkan modalnya?
- Pertumbuhan Pendapatan: Apakah penjualan perusahaan terus meningkat dari tahun ke tahun?
- Kepemimpinan dan Industri: Apakah perusahaan dikelola dengan baik dan berada di industri yang prospektif?
Investor ritel di Indonesia, yang didominasi oleh anak muda, cenderung menyukai saham-saham yang berhubungan dengan teknologi, perbankan besar, atau sektor barang konsumsi yang mereka gunakan sehari-hari. Ini memudahkan pemula untuk memahami model bisnisnya.
2: Mengenal “Blue Chip” dan Saham Pilihan
Sebagai permulaan Cara Membeli Saham Bagi Pemula, Anda bisa mempertimbangkan saham-saham blue chip atau saham dengan kapitalisasi pasar besar.
Saham Blue Chip*: Ini adalah saham dari perusahaan besar, mapan, dan memiliki rekam jejak keuangan yang solid. Contohnya adalah perusahaan perbankan besar atau telekomunikasi. Meskipun pertumbuhannya mungkin tidak secepat saham kecil, risikonya cenderung lebih rendah.
- Saham LQ45: Ini adalah daftar 45 saham yang paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar besar di BEI. Saham-saham ini sering direkomendasikan untuk pemula karena volatilitasnya lebih terukur.
Jika Anda serius mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula, selalu utamakan kualitas perusahaan di atas iming-iming keuntungan cepat. Saham yang baik akan mencerminkan bisnis yang baik.
Kesalahan Umum Pemula dan Cara Menghindarinya
Banyak investor muda yang gagal di awal karena melakukan kesalahan yang sama. Mengatasi kesalahan ini adalah bagian krusial dari pemahaman Cara Membeli Saham Bagi Pemula.
- FOMO (Fear of Missing Out): Terburu-buru membeli saham yang harganya sudah naik tinggi karena takut ketinggalan. Solusi: Beli berdasarkan riset, bukan berdasarkan rumor.
- Tidak Sabar: Menginginkan keuntungan dalam seminggu. Solusi: Pahami bahwa investasi saham, terutama untuk pemula, idealnya berorientasi jangka panjang (minimal 3-5 tahun).
- Tidak Melakukan Diversifikasi: Menaruh semua uang Anda hanya di satu atau dua saham. Solusi: Sebarkan investasi Anda ke berbagai sektor atau saham yang berbeda. Ini adalah prinsip dasar manajemen risiko.
Langkah 3: Eksekusi Transaksi (Praktek Cara Membeli Saham Bagi Pemula)
Setelah Anda memilih sekuritas, memiliki RDN, dan menentukan saham target berdasarkan riset, saatnya melakukan eksekusi. Bagian ini menjelaskan secara praktis Cara Membeli Saham Bagi Pemula melalui aplikasi trading.
Memahami Mekanisme Transaksi Saham
Transaksi saham di bursa tidak terjadi per lembar, melainkan per Lot.
- 1 Lot = 100 Lembar Saham.
Ini berarti, jika harga saham A adalah Rp1.000, maka untuk membeli saham tersebut minimal Anda harus mengeluarkan Rp100.000 (100 lembar x Rp1.000).
Mekanisme ini sangat penting dalam penentuan Cara Membeli Saham Bagi Pemula, karena menentukan modal minimal yang Anda butuhkan.
Prosedur Beli di Aplikasi Trading
Meskipun tampilan aplikasinya berbeda-beda, langkah-langkah dalam Cara Membeli Saham Bagi Pemula secara garis besar sama:
- Login: Masuk ke aplikasi trading sekuritas Anda.
- Cek RDN: Pastikan dana yang ingin Anda gunakan sudah tersedia di RDN.
- Cari Saham: Ketik kode saham (misalnya, BBCA, TLKM, UNVR) yang sudah Anda riset.
- Order Beli: Pilih menu ‘Beli’ atau ‘Buy’.
- Tentukan Harga (Price): Anda bisa memasukkan harga penawaran Anda (Limit Order). Jika Anda ingin langsung mendapatkan saham, Anda bisa memasang harga di antrean jual (harga Ask).
- Tentukan Jumlah (Volume): Masukkan jumlah Lot yang ingin Anda beli saham tersebut (misalnya 1, 2, 5 Lot).
- Konfirmasi: Tekan tombol ‘Submit’ atau ‘Order’.
Jika harga yang Anda tawarkan (Order Beli) cocok dengan harga yang ditawarkan penjual (Order Jual), transaksi akan terjadi (Match). Saham tersebut akan masuk ke portofolio Anda dalam waktu T+2 hari kerja. Memahami proses Order ini adalah kunci sukses Cara Membeli Saham Bagi Pemula.
Batas Harga dan Jam Perdagangan
Sebagai pemula, Anda harus tahu kapan bursa buka dan batas maksimal pergerakan harga.
- Jam Perdagangan BEI: Bursa biasanya buka dari Senin sampai Jumat, dengan Sesi I dan Sesi II, terpotong waktu istirahat. Transaksi hanya bisa dilakukan dalam jam-jam ini.
Auto Reject (AR): Ini adalah batas maksimal kenaikan (ARA – Auto Rejection Atas) dan penurunan (ARB – Auto Rejection Bawah*) harga saham dalam satu hari. Aturan ini bertujuan untuk melindungi pasar dari fluktuasi harga yang terlalu ekstrem. Batasannya bervariasi tergantung kelompok harga saham.
Pengetahuan tentang jam dan batas harga adalah hal praktis yang wajib diketahui bagi siapa saja yang sedang mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula. Ini membantu Anda menyusun strategi eksekusi yang lebih efektif.
Langkah 4: Membangun Pola Pikir dan Strategi Jangka Panjang
Mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula bukan hanya tentang langkah teknis, tapi juga tentang mentalitas dan disiplin.
Mengapa Gen Z Dominan? (Data & Tren)
Tren terbaru menunjukkan lonjakan signifikan investor ritel di Indonesia, dengan total investor pasar modal mencapai belasan juta. Yang menarik, lebih dari separuhnya (sekitar 55.07% pada 2024) didominasi oleh Generasi Z.
Fenomena ini menunjukkan bahwa:
- Aksesibilitas Meningkat: Aplikasi trading yang mudah dan modal awal yang kecil telah mempermudah Cara Membeli Saham Bagi Pemula.
- Literasi Finansial: Anak muda kini lebih melek tentang pentingnya investasi, didorong oleh konten dan edukasi yang masif di media sosial.
- Potensi Pertumbuhan: Mereka memiliki horizon waktu investasi yang panjang, memungkinkan mereka untuk mengambil risiko yang lebih terukur untuk pertumbuhan jangka panjang.
Memahami tren ini bisa memotivasi Anda. Anda tidak sendirian. Jutaan orang sedang mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula bersama Anda.
Strategi Investasi Populer untuk Pemula
Ada dua strategi utama yang dapat Anda terapkan:
1: Value Investing (Pendekatan Warren Buffett)
Strategi ini berfokus pada pembelian saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya (nilai sebenarnya) dan menahannya dalam jangka waktu yang sangat panjang (tahun hingga dekade).
- Intinya: Beli bisnis yang bagus dengan harga diskon.
- Cocok untuk: Investor yang sabar, yang tidak ingin sering-sering mengecek portofolio, dan yang benar-benar menerapkan Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang fokus pada fundamental.
2: Dollar Cost Averaging (DCA)
DCA adalah strategi di mana Anda menginvestasikan sejumlah uang tetap secara teratur, terlepas dari bagaimana harga saham sedang bergerak.
- Contoh: Setiap tanggal 1, Anda mengalokasikan Rp500.000 untuk membeli saham X.
- Keuntungannya:
Mengurangi risiko membeli di harga tertinggi (peak*).
- Membantu disiplin investasi.
- Anda akan membeli lebih banyak Lot saat harga turun dan lebih sedikit Lot saat harga naik, sehingga rata-rata harga beli Anda menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
DCA adalah strategi yang sangat direkomendasikan untuk Cara Membeli Saham Bagi Pemula karena menanamkan kebiasaan disiplin.
Pentingnya Meninjau dan Rebalancing
Setelah Anda berhasil menerapkan Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan membeli saham, pekerjaan Anda belum selesai. Anda harus melakukan peninjauan berkala.
Meninjau (Review):
- Tinjau kinerja perusahaan yang Anda miliki, minimal setiap kuartal setelah laporan keuangan keluar.
- Pastikan alasan Anda membeli saham tersebut masih valid.
Rebalancing:
- Jika satu saham tumbuh terlalu besar dan melebihi batas risiko Anda (misalnya, lebih dari 30% portofolio), Anda mungkin perlu menjual sebagian untuk membelikan saham lain yang kurang terekspos.
- Ini adalah praktik manajemen risiko lanjutan dari Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang baik.
Ingat, kunci dari Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang berorientasi pada kesuksesan jangka panjang adalah disiplin dan emosi yang terkendali.
Langkah 5: Praktik dan Studi Kasus (Mengaplikasikan Cara Membeli Saham Bagi Pemula)
Mari kita bayangkan sebuah studi kasus untuk mengaplikasikan semua yang sudah kita pelajari tentang Cara Membeli Saham Bagi Pemula.
Studi Kasus: Diana, Investor Pemula
Diana, seorang Gen Z, telah membuka RDN dan memiliki dana dingin Rp5.000.000. Dia ingin menerapkan Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang efektif.
Tahap 1: Riset dan Pemilihan Saham
Diana tahu dia harus mendiversifikasi dan memilih saham yang ia mengerti model bisnisnya.
- Pilihan A (Blue Chip): Saham perusahaan perbankan besar (misalnya BBRI) karena ia yakin industri perbankan akan terus berkembang.
- Pilihan B (Consumer): Saham perusahaan makanan dan minuman (misalnya ICBP) karena produknya digunakan semua orang, meskipun inflasi.
Pilihan C (Growth): Saham startup* teknologi yang baru IPO dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi, meskipun risikonya lebih besar.
Ia memutuskan untuk mengalokasikan: 40% ke Pilihan A, 40% ke Pilihan B, dan 20% ke Pilihan C. Ini adalah implementasi prinsip diversifikasi yang baik sebagai Cara Membeli Saham Bagi Pemula.
Tahap 2: Eksekusi dengan DCA
Diana memutuskan untuk membagi modalnya menjadi lima kali pembelian selama lima bulan, masing-masing Rp1.000.000.
| Bulan | Saham A (Harga) | Lot Dibeli (Contoh) | Saham B (Harga) | Lot Dibeli (Contoh) | Saham C (Harga) | Lot Dibeli (Contoh) |
| :—: | :—: | :—: | :—: | :—: | :—: | :—: |
| 1 | Rp4.500 | 8 Lot | Rp10.000 | 4 Lot | Rp500 | 4 Lot |
| 2 | Rp4.400 | 8 Lot | Rp9.800 | 4 Lot | Rp550 | 3 Lot |
| … | … | … | … | … | … | … |
Dengan menerapkan DCA, Diana tidak perlu khawatir tentang harga saham bulan depan. Dia telah memiliki rencana pembelian yang konsisten, yang merupakan Cara Membeli Saham Bagi Pemula paling efektif untuk mengurangi risiko waktu pembelian (timing risk).
Tahap 3: Pengendalian Emosi
Ketika harga Saham C (teknologi) tiba-tiba turun 15% pada bulan ke-3, Diana tidak panik dan menjual. Ia kembali ke risetnya dan menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut masih solid. Ia justru menggunakan dana bulanannya untuk membeli saham C lebih banyak (karena harganya lebih murah). Ini adalah contoh pengendalian emosi yang memisahkan investor sukses dari spekulan yang panik.
Studi kasus Diana menunjukkan bahwa Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang efektif adalah kombinasi dari riset, diversifikasi, dan disiplin alokasi dana secara berkala.
Kesimpulan: Roadmap Jitu Cara Membeli Saham Bagi Pemula
Anda telah membaca panduan mendalam tentang Cara Membeli Saham Bagi Pemula. Peningkatan jumlah investor di pasar modal Indonesia, terutama dari kalangan muda, menunjukkan bahwa peluang ini terbuka lebar. Langkah awal Anda mungkin terasa berat, tetapi dengan fondasi yang kuat, Anda akan membangun portofolio yang kokoh.
Berikut adalah rangkuman esensial dari Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang harus Anda ingat:
- Persiapan: Gunakan hanya dana dingin dan tentukan tujuan investasi jangka panjang Anda.
- Akses: Buka Rekening Efek, dapatkan SID dan RDN di sekuritas yang legal dan berbiaya wajar (perhatikan biaya broker dan PPN 12% sesuai PMK 131/2024).
- Riset: Fokus pada Analisis Fundamental. Mulailah dengan saham blue chip atau LQ45 yang bisnisnya Anda pahami. Hindari membeli berdasarkan rumor.
- Eksekusi: Pahami konsep Lot (100 lembar) dan gunakan strategi pembelian yang terukur seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menerapkan Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang disiplin.
- Mentalitas: Bersabar. Investasi saham adalah maraton, bukan lari cepat. Kontrol emosi Anda ketika harga naik atau turun.
Jalan menuju kebebasan finansial melalui investasi saham memang panjang, tetapi Anda sudah mengambil langkah yang paling penting: yaitu memulai dengan edukasi yang benar. Teruslah belajar dan berinvestasi secara teratur. Ini adalah Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang akan membawa Anda pada keberhasilan finansial.
—
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
# Apa Itu RDN dan Mengapa Saya Membutuhkannya?
RDN adalah singkatan dari Rekening Dana Nasabah. Ini adalah rekening bank yang dibuat atas nama Anda, tetapi peruntukannya khusus untuk menampung dana yang akan Anda gunakan untuk transaksi saham. RDN sangat penting karena ini menjamin bahwa dana investasi Anda terpisah dari rekening operasional sekuritas dan bank, sehingga keamanan dana Anda terjamin. Setiap langkah dalam Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang legal wajib memiliki RDN.
# Berapa Modal Minimal untuk Membeli Saham Bagi Pemula?
Modal minimal untuk membeli saham saat ini sangat kecil. Secara teknis, Anda hanya perlu membeli minimal 1 Lot (100 lembar). Jika harga saham A adalah Rp100, Anda hanya butuh Rp10.000 untuk 1 Lot. Karena itu, mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula menjadi lebih terjangkau. Namun, untuk diversifikasi yang wajar, disarankan Anda menyiapkan minimal Rp500.000 hingga Rp1.000.000 sebagai modal awal yang cukup untuk menyebar ke beberapa saham berbeda.
# Apakah Saya Harus Mahir Analisis Teknikal untuk Memulai?
Tidak harus. Analisis Teknikal, yang mempelajari pergerakan harga dan grafik, lebih relevan untuk trader jangka pendek. Sebagai pemula yang menerapkan Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan fokus jangka panjang (investor), yang utama adalah Analisis Fundamental. Pelajari fundamental perusahaan, laporan keuangan, dan prospek bisnisnya. Analisis teknikal dapat dipelajari belakangan, setelah Anda mahir dalam riset fundamental.
# Apa Bedanya Investor dan Trader? Mana yang Cocok untuk Pemula?
Investor: Berfokus pada nilai intrinsik perusahaan (value investing*), menahan saham dalam jangka panjang (tahun), dan mencari keuntungan dari kenaikan nilai saham dan dividen. Mereka yang fokus pada Cara Membeli Saham Bagi Pemula harus mengadopsi mentalitas investor.
- Trader: Berfokus pada pergerakan harga jangka pendek, menahan saham dalam hitungan hari atau minggu, dan mencari keuntungan dari selisih harga jual dan beli yang cepat.
Sebagian besar ahli merekomendasikan pemula untuk memulai sebagai investor jangka panjang. Ini membantu Anda memahami bisnis, mengendalikan emosi, dan mengaplikasikan Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang berisiko lebih rendah.
# Apa itu Dividen dan Apakah Semua Saham Memberikan Dividen?
Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Ketika sebuah perusahaan mencetak laba, Dewan Direksi dapat memutuskan untuk membagikan sebagian keuntungan tersebut sebagai dividen kepada para investor. Tidak semua saham memberikan dividen. Perusahaan yang sedang bertumbuh cepat sering kali memilih untuk menginvestasikan kembali seluruh laba mereka. Saat Anda mempelajari Cara Membeli Saham Bagi Pemula, selalu cek kebijakan dividen perusahaan target.









